Bersyukur di Indonesia

 Keserawutan pilpres yang akan terjadi memang membuat kita geleng-geleng kepala. Banyaknya buzzer yang dikerahkan, orang yang saling tunjuk menunjuk seakan jika dia begitu menyuarakan pilihannya paling lantang adalah pilihan paling tepat. Setidaknya itu yang bisa didapatkan dari pilpres tahun ini. Lumrah mereka meminta suara, tapi setidaknya tidak mengotori jalan dengan banyaknya baliho yang berceceran, bahkan beberapa hari yang lalu memakan korban. 

Namun selain hal yang tidak menyenangkan untuk didengar itu, ada banyak hal yang bisa membuatku tersenyum memikirkan punggungku masih menempel pada kasur dengan kelopak terbuka pada pagi hari. 

1. Tetangga masih suka menolong

Tetangga yang paling berisik dalam mengomentari hidup kita, kadang adalah orang yang paling tanggap jika ada musibah yang menimpa dengan menolak tanpa pamrih. Walaupun tidak semua memang seperti itu tapi kebanyakan tetanggaku begitu tanggap saat kami sekeluarga membutuhkan bantuan. Pintar saja dalam menutup telinga. 

2. Makanannya yang berasa

Makanan Indonesia itu bumbunya nendang banget. Semuanya rasanya campur jadi satu tapi enak sekali. Terlalu enak untuk skip masakan Indonesia. Tapi memang semua orang akan jauh lebih mencintai rasa yang menurutnya tidak asing. 

3. Bahasanya

Walaupun bahasa Jawa Tengah Solo menurutku masih paling sopan karena memiliki hirearki yang jelas tapi Bahasa Indonesia dan strukturnya yang kompleksitasnya tinggi (nilaiku selalu rendah di bahasa Indonesia padahal aku penulis). 

4. Musimnya

Sepertinya akan ribet sekali jika aku harus berganti pakaian setiap musim yang berganti. Meski Indonesia hanya punya dua musim tapi kau lihat bagaimana daun-daun juga cantik sekali setiap musik kemarau? (tidak termasuk jika ada ulat). 


Menurutku untuk sekarang itu yang aku pikirkan. Tidak lupa betapa enaknya sekarang pembayaran dimanapun setelah qris hadir? Benar-benar tertolong untuk orang-orang seperti saya yang tidak suka bawa dompet. 

Komentar

  1. bner banget ini, kak, masih ada tetangga yang suka menolong, jaman now kadang susah nemunya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memangku Jabatan

Berjalan di Mimpi, Bagaimana Caranya?

Bahagiaku Ada Lima Saat ini Seperti Nyanyian Balon