Menjaga Mental tetap Sehat
Empat sehat lima sempurna, dari TK sudah diberi tahu untuk mengonsumsi makanan yang empat sehat lima sempurna. Tapi dari kita kecil belum pernah diberitahu apa yang harus kita lakukan untuk menyehatkan jiwa? Satu hal yang aku percaya dari TK dan sebenarnya hanya sambil lalu adalah satu kalimat yang berbunyi, "di dalam raga yang kuat terdapat jiwa yang sehat." pernah dengar pasti di pekan olahraga-olahraga yang pernah dikunjungi.
Kalimat itu tentu bukan hanya kalimat indah yang disematkan di banner-banner dan tidak memiliki isi. Tapi ini dibenarkan oleh psikolog dari RSUD Wonogiri bahwa jika raga kita banyak bergerak, maka jiwa kita juga akan terisi.
![]() |
| Reflections (doc : pribadi) |
Lalu apa saja tips versi Anna sebagai penolong disaat jiwa kita lemah?
1. Berolahraga dengan Rutin
Jika kamu adalah aku yang memiliki jadwal yang padat dari Senin sampai Jumat sebagai pekerja kemudian Sabtu dan Minggu masih memiliki jadwal, maka beli satu alat untuk membantumu berolahraga di rumah. Skipping dan Treadmill, Skipping bisa dilakukan 100 lompatan perhari, bahkan alat yang digunakan harganya murah sekali. Atau gunakan Treadmill ini agak lebih mahal, bisa lebih dari tiga juta rupiah. Dua itu adalah olahraga favoritku, lompat dan jalan. Untuk jalan sendiri kalau bisa 10 ribu langkah perhari.
Dengan berolahraga rutin ada yang namanya dopamin keluar. Dopamin adalah senyawa kimia untuk mood yang lebih baik.
2. Membiarkan Emosi
Emosi itu memiliki banyak sekali cabang, bahkan untuk kesedihan. Kesedihan ada mungkin karena kamu sedang memikirkan masa depan, jika memang kesedihan itu maka kau sedang bingung. Jika bingung, tahu bahwa masa depan itu bukan milik kita karena milik kita adalah masa sekarang.
Membiarkan emosi yang kemudian keluar berupa tangisan atau rasa marah, tidak baik untuk menekan emosi negatif di dalam diri. Jadi biarkan semuanya keluar.
3. Memaafkan
Memaafkan dirimu sendiri atas segala kesalahan maupun ketidaksempurnaan, karena jika kita mengejar kesempurnaan jadilah malaikat bukan manusia. Tuhan menciptakan manusia bukan bekerja sebaik malaikat yang sempurna, tapi manusia yang banyak memiliki kesalahan. Selain itu, maafkanlah segala kesalahan orang lain. Bahwa, mereka semua yang akan merugi atas apa yang mereka lakukan.
Memaafkan bukan untuk mereka, tapi untuk hatimu yang butuh kedamaian.
4. Mencari Hobi Baru
Setelah seluruh gejolak jiwa yang tidak bisa diterima, maka tugasmu adalah bergerak. Hobi tidak harus tentang apa yang kau suka tapi menaklukan apa yang kau tak suka. Jika dunia ini hanya berjalan seperti maumu, coba bayangkan betapa membosankannya dan betapa miskin emosi kita yang tidak berubah-ubah.
Mungkin jika kau takut bertemu orang baru, sesekali keluar dan berkenalan di dalam lingkuingan yang baik. Biarkan tanganmu yang bergetar dan bicaramu yang tidak lancar, setidaknya kau menaklukkan satu hal yang kau takuti.
5. Kembali ke Pencipta
Bahkan, jika ada orang yang mengatakan aku harus lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa saat kepalaku berisik, hal yang kulakukan adalah marah. Mereka tidak tahu bagaimana kapasitasku sebagai hamba tapi menilai jiwa kurang iman. Bahkan, Allah yang maha kasih saja tahu bahwa apa yang kualami adalah hal yang normal dan tidak selalu kurang diriNya.
Tapi tidak salahnya mencoba untuk duduk sembahyang. Membiarkan dahimu menempel pada tanah, kembali ke asal dan memberikan tunduk sepenuhnya pada sang Maha Kuasa pemegang dari semuanya. Jika Dia sanggup memutar alam semesta yang luar biasa, mintalah untuk memutar jiwamu menjaid baik-baik saja.
6. Mencari Pertolongan Ahli
Kalaupun kau gagal melakukan semuanya dan sudah biasa untuk menormalkan jiwa, cobalah untuk meminta bantuan pada sang Ahli. Kau berani untuk melangkah ke dokter jiwa adalah sebuah usaha yang luar biasa. Bagiku, Psikolog tidak akan membantumu memberikan cara-cara untuk sembuh. Tapi mereka membantumu untuk memperbaiki benang kusut yang ada di kepalamu.
Mereka memberikan bantuan dan hasilnya tidak selalu selesai.
Semoga apa yang kubeberkan menjadi hal yang bisa kau terima dan menolongmu disaat kabut hitam melanda kepala.
stay sane.
Love shewearsword,
ELanna

Senang sekali membaca 'benang kusut di kepala'. Setuju kak, buangkan saja sampah-sampah emosi negatif kita ke psikolog ya.
BalasHapusBanyak orang ga mau ke ahli jiwa karena ga mau dibilang gila, padahal ga mesti gila untuk ketemu ahli jiwa
BalasHapusOlahraga emang work it banget kak, aku lagi rutin olahraga dan Alhamdulillah gak gampang cape
BalasHapusMencari hobi baru agar dapat warna baru
BalasHapus