Bersyukur atau Manipulasi

Setelah mengetik berbagai macam genre, genre yang paling menakutkan adalah genre realitas. Disela-sela mencoba untuk berdamai dari semua kegundahan dan kekurangan pasti ada yang nyeletuk "yang penting mah semuanya bersyukur." Tidak salah dan memang seharusnya kita bersyukur atas apapun yang kita peroleh tanpa itu nanti terlalu banyak kufur dan merasa kurang. 

Menurut Utami (2020), "Bersyukur merupakan tradisi yang disarankan dalam agama untuk dapat menjalani hidup dengan positif." Sehingga dipastikan bahwa ada unsur agama yang digunakan dan memang erat kaitannya dengan keyakinan yang dianut. 

Tapi

Tapi tidak lantas ucapan itu digunakan sebagai manipulasi dari seseorang yang tidak menunaikan hak bagi orang lain lalu meminta orang lain yang terdzolimi untuk bersyukur. Ada perbedaan tipis disana yang membuat bersyukur bisa berubah menjadi kata manipulasi. Bersyukur harus hadir pada perasaan diri agar tidak kufur tapi tidak boleh ada paksaan dari orang lain. 

Gaji yang kecil dari perusahaan bonafide yang dibayarkan pada karyawannya lalu pemimpin mengatakan, "kamu harus banyak-banyak bersyukur," coba kaji ulang lagi. Apakah sudah ditunaikan semua hak dari gaji karyawan itu? Kesejahteraan karyawan adalah roda dari sebuah perusahaan berjalan. Tanpa ada itu dan bayaran yang bisa mensejahterakan keluarganya, pekerjaan tak ayal hanya sebuah candaan dari pemimpin yang suka menyawer tanpa berpikir banyak hal. 

Bos bisa bersyukur karena di rumahnya masih dihidangkan makanan hangat, uang yang gendut dan kesejahteraan yang terjamin. Tapi bagaimana dengan karyawan yang gajinya di bawah standar? Apakah dalam sebulan dia mampu untuk mencukupkan diri tanpa hutang sana sini?

Mungkin sekarang aku hanya bisa melihat dari kacamata pekerja saja karena belum jadi pimpinan/bos. Jika memang Allah menghendaki, semoga aku dikeluarkan dari lingkaran dzolim ini. 

Bersyukur adalah dari diri dan jangan jadikan itu sebagai hal manipulasi. 


Stay grateful,

Love shewearsword.

ELanna

Komentar

  1. Setuju sekali kak. Bersyukur memang penting, tapi melihat dengan logika juga perlu.

    BalasHapus
  2. Lingkungan yang manipulatif memang semenyebalkan itu. Semoga kedepannya dibukakan jalan agar bisa berpindah & bertemu orang-orang yang lebih supportif kak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memangku Jabatan

Berjalan di Mimpi, Bagaimana Caranya?

Bahagiaku Ada Lima Saat ini Seperti Nyanyian Balon