Empati Sehat dari Moonlight over Manhattan

Aku adalah seorang penulis. Setidaknya begitulah aku menyebut diriku sendiri. Kalau bisa dibilang, aku harus melihat berbagai sudut dan mendalami peran menjadi orang lain dalam waktu cepat. Bisa dibilang mungkin saja semuanya seperti aku mengatur keseluruhan hidup yang tidak akan sempurna seperti Tuhan. 


Ada satu hal yang menurutku menggelikan sewaktu aku menulis dan ini terjadi setelah aku membaca Moonlight over Manhattan. Salah satu tokohnya ada Ethan, seorang dokter IGD yang tampan tapi tidak terlalu mendalami empati karena pekerjaannya yang mengharuskan dia dengan cepat berpindah emosi dari pasien satu ke pasien yang lainnya, 


Bukan di empati atau pekerjaannya yang membuatku sedikit merasa tersenggol. 


Waktu kecil dulu atau mungkin remaja aku sering membaca tentang bagaimana orang miskin begitu tidak inginnya dirawat di rumah sakit, karena memang mereka tidak memiliki biaya untuk itu. Sewaktu aku menulis tentang hal yang sama, benar-benar tidak bisa masuk emosinya karena sebagai seorang remaja aku tidak mengerti sulitnya membayar biaya kesehatan. 


Tapi setelah dewasa dan menyadari bagaimana menjadi sehat adalah kunci utama segalanya, aku sadar satu hal. Aku juga sama. Sepertinya aku akan menolak untuk masuk rumah sakit nanti karena keterbatasan biaya. Aku tidak sekaya itu untuk dengan mudah keluar masuk rumah sakit. Hal ini sepertinya sedikit menggangguku sampai-sampai di kantor aku tidak terlalu bisa berkonsentrasi tentang pekerjaan. 


Sehat MEMANG mahal, kau tidak akan bisa tahu itu secara realita kalau tidak secara langsung mengalami. 


Semoga aku senantiasa sehat, kalaupun nanti aku sakit bisa untuk mendapatkan penanganan yang maksimal karena saat ini aku tidak percaya diri pada tabungan. 





Kamu juga sehat ya. 

Salam sayang shewearswords,


ELanna. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memangku Jabatan

Berjalan di Mimpi, Bagaimana Caranya?

Bahagiaku Ada Lima Saat ini Seperti Nyanyian Balon