Postingan

Empati Sehat dari Moonlight over Manhattan

Gambar
Aku adalah seorang penulis. Setidaknya begitulah aku menyebut diriku sendiri. Kalau bisa dibilang, aku harus melihat berbagai sudut dan mendalami peran menjadi orang lain dalam waktu cepat. Bisa dibilang mungkin saja semuanya seperti aku mengatur keseluruhan hidup yang tidak akan sempurna seperti Tuhan.  Ada satu hal yang menurutku menggelikan sewaktu aku menulis dan ini terjadi setelah aku membaca Moonlight over Manhattan. Salah satu tokohnya ada Ethan, seorang dokter IGD yang tampan tapi tidak terlalu mendalami empati karena pekerjaannya yang mengharuskan dia dengan cepat berpindah emosi dari pasien satu ke pasien yang lainnya,  Bukan di empati atau pekerjaannya yang membuatku sedikit merasa tersenggol.  Waktu kecil dulu atau mungkin remaja aku sering membaca tentang bagaimana orang miskin begitu tidak inginnya dirawat di rumah sakit, karena memang mereka tidak memiliki biaya untuk itu. Sewaktu aku menulis tentang hal yang sama, benar-benar tidak bisa masuk emosinya kar...

Mencintai itu Berat

Gambar
 Kalau boleh, aku izin untuk tidak menginginkan satu emosi yang meluap itu. Menyenangkan memang dengan semua rasa yang pernah kita impikan hadir. Tapi seperti semua hal, mencintai juga ada tanggal kadaluarsanya. Seperti istri yang berjuang dari nol, mencintai tulus dan meninggalkan seluruhnya hanya untuk ditinggal menikah lagi dari satu-satunya orang yang bisa dijadikan sandaran. Marah pada siapa, keputusan awal dia yang mengambil. Menikmati racun tiap hari itu, rasanya memang mati rasa.  Lalu ada satu orang yang begitu indah datang menawarkan berbagai warna indah di dunia. Mencintai dengan kaki yang menapak pada danau kecil yang membeku. Mencoba sedikit demi sedikit mengambil bata dari temboknya yang tinggi. Selama bertahun-tahun dibangun untuk menjadi orang yang mencintai dengan tulus. Tapi dunia yang jahat ini juga mengambilnya dari gadis itu. Berkali-kali menginginkan kasih sayang, mengais pada cinta orang lain karena kehausan itu tak pernah terpenuhi di rumah.  yang ...

Bersyukur atau Manipulasi

Gambar
Setelah mengetik berbagai macam genre, genre yang paling menakutkan adalah genre realitas. Disela-sela mencoba untuk berdamai dari semua kegundahan dan kekurangan pasti ada yang nyeletuk "yang penting mah semuanya bersyukur." Tidak salah dan memang seharusnya kita bersyukur atas apapun yang kita peroleh tanpa itu nanti terlalu banyak kufur dan merasa kurang.  Menurut Utami (2020), " Bersyukur merupakan tradisi yang disarankan dalam agama untuk dapat menjalani hidup dengan positif." Sehingga dipastikan bahwa ada unsur agama yang digunakan dan memang erat kaitannya dengan keyakinan yang dianut.  Tapi Tapi tidak lantas ucapan itu digunakan sebagai manipulasi dari seseorang yang tidak menunaikan hak bagi orang lain lalu meminta orang lain yang terdzolimi untuk bersyukur. Ada perbedaan tipis disana yang membuat bersyukur bisa berubah menjadi kata manipulasi. Bersyukur harus hadir pada perasaan diri agar tidak kufur tapi tidak boleh ada paksaan dari orang lain.  Gaji yang...

Sebuah Nominal di Bank

Gambar
 Suatu hari, aku bisa menarik uangku lebih banyak dari biasanya. Membiasakan diri untuk menarik seratus perminggu agar bisa menghemat lebih banyak dan menekan pengeluaran. Tapi suatu hari setelah sedikit lepas dari dunia freelance  dan memutuskan menambah penghasilan akhirnya bisa mengeluarkan uang lebih daru seratus perminggu. Walaupun memang tentu saja aku berusaha untuk tetap menghabiskan seratus ribu karena berpikir bahwa ada tambahan bukan berarti boleh menambah pengeluaran. Toh cita-citaku juga belum seratus persen terlaksana.  Bisa membelikan ibu sedikit, menambah uang jajan adik dan bisa jalan-jalan liburan sebanyak apapun yang kuinginkan. Aku bersyukur sekali saat ini ada banyak hal yang dulu pernah aku impikan tapi belum bisa terlaksana karena terkendala uang. Sekarang saat aku merasa cukup dan bersyukur ada satu hal yang merisaukan datang.  Orang tua yang menjadi kritikus paling yahud.  Aku memang bukan orang berhasil untuk mendapatkan lebih banyak da...

Terima Kasih Dua Puluh Tiga

 Tahun yang mengajarkan tentang betapa Allah adalah dzat paling hebat di dunia ini, satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita. Tahun yang awalnya ingin terus menggambar semicolon di tangan untuk menandai aku yang hampir menyerah. Semicolon yang sampai saat ini masih sering kugambarkan di pergelangan tanganku.  Terima kasih 2023 telah terlewati dengan baik. Tidak banyak yang ingin kukatakan dan segera ingin menyelesaikannya karena tahun itu sungguh buruk sekali. Terlalu banyak tangisan dan air mata, terlalu banyak perasaan yang tidak tenang dan terlalu banyak keinginan yang tidak terwujud. Sepertinya orang bilang di umur tiga puluhan nanti, semua akan baik-baik saja, nyatanya aku menemukan hidupku hancur dan berantakan di umur akhir dua puluhanku ini.  Entah kenapa rasanya aku terlalu banyak menuliskan daftar terima kasih.  1. Terima kasih telah berusaha baik-baik saja 2. Terima kasih walaupun tubuhmu tidak mampu, kau bisa lebih baik dari sebelumnya 3. Terima kasih te...

Bersyukur di Indonesia

 Keserawutan pilpres yang akan terjadi memang membuat kita geleng-geleng kepala. Banyaknya buzzer yang dikerahkan, orang yang saling tunjuk menunjuk seakan jika dia begitu menyuarakan pilihannya paling lantang adalah pilihan paling tepat. Setidaknya itu yang bisa didapatkan dari pilpres tahun ini. Lumrah mereka meminta suara, tapi setidaknya tidak mengotori jalan dengan banyaknya baliho yang berceceran, bahkan beberapa hari yang lalu memakan korban.  Namun selain hal yang tidak menyenangkan untuk didengar itu, ada banyak hal yang bisa membuatku tersenyum memikirkan punggungku masih menempel pada kasur dengan kelopak terbuka pada pagi hari.  1. Tetangga masih suka menolong Tetangga yang paling berisik dalam mengomentari hidup kita, kadang adalah orang yang paling tanggap jika ada musibah yang menimpa dengan menolak tanpa pamrih. Walaupun tidak semua memang seperti itu tapi kebanyakan tetanggaku begitu tanggap saat kami sekeluarga membutuhkan bantuan. Pintar saja dalam menu...

Bahagiaku Ada Lima Saat ini Seperti Nyanyian Balon

Bahagia itu sederhana. Sesederhana bisa meminum alpukat kocok disaat warungnya tutup terus. Bahagia itu memang berbeda setiap manusia. Sehingga mungkin bisa tidak harus karir yang tinggi dan wajah yang bersih dari jerawat. Seperti Alice in the Wonderland yang memberikan list 50 hal yang normal bagianya namun tidak normal bagi semua orang. Kamu juga harus tahu bahwa bahagia menurutmu dan menurut orang lain itu berbeda, tidak harus sama dan tidak harus diberikan label bahagia oleh orang lain.  Untuk mengawalimu mengikuti, mari aku beberkan sedikit saja rasa bahagia dari tahun ini.  1. Mendapatkan ereader setelah menginginkannya sejak aku kuliah, 10 tahun yang lalu.  2. Melihat feed instagramku yang jauh lebih rapi daripada sebelumnya walaupun belum terlalu berguna 3. Memiliki uang yang cukup untuk memesan satu kamar di hotel yang berbeda setiap bulannya.  4. Memiliki tablet baru yang bisa kugunakan untuk membuat ilustrasi  5. Memiliki pekerjaan dimana empat tahun ...